ARTICLES

Aturan Penggunaan Hand Sanitizer yang Tepat

oleh Admin

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menghimbau masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebagai pencegahan penularan COVID-19. Tetapi, jika sabun dan air tidak tersedia, menggunakan pembersih tangan dengan setidaknya 60% alkohol juga dapat membantu kita agar terhindari dari serangan virus tersebut dan risiko menyebarkan kuman ke orang lain. Hand sanitizer yang mengandung alkohol dapat dengan cepat mengurangi jumlah mikroba di tangan meskipun tidak menghilangkan semua jenis kuman. Berikut alasannya:

  1. Sabun dan air lebih efektif

Sabun dan air diketahui lebih efektif daripada pembersih tangan dalam menghilangkan beberapa jenis kuman, seperti Cryptosporidium, norovirus, dan Clostridium difficile1-5. Meskipun pembersih tangan berbahan dasar alkohol dapat menonaktifkan banyak jenis mikroba dengan efektif ketika digunakan dengan benar, orang mungkin tidak menggunakan pembersih dalam jumlah yang cukup untuk membunuh kuman di tangan dan tidak membersihkan tangan secara menyeluruh.

  1. Tidak membunuh seluruh jenis kuman

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pembersih tangan dapat bekerja dengan baik dalam kondisi klinis seperti rumah sakit, di mana tangan berkuman, tetapi tidak sangat kotor atau berminyak. Beberapa data juga menunjukkan bahwa pembersih tangan dapat bekerja dengan baik terhadap jenis kuman tertentu. Namun, kondisi tangan yang mungkin sangat berminyak atau kotor, seperti setelah memasak, makan, berolahraga, berkebun, atau pergi berkemah atau memancing, maka pembersih tangan mungkin tidak begitu efektif. Maka, mencuci tangan dengan sabun dan air dianjurkan dalam keadaan tersebut. Pembersih tangan juga tidak terlalu efektif menghilangkan bahan kimia berbahaya, seperti pestisida dan logam berat yang ada di tangan, lho.

 

  1. Belum efektif dalam menonaktifkan bahan kimia berbahaya di tangan

Meskipun sudah dilakukan beberapa penelitian, tapi nyatanya hingga kini pembersih tangan belum efektif untuk menghilangkan atau menonaktifkan bahan kimia berbahaya. Dalam sebuah penelitian dilaporkan bahwa peggunaan pembersih tangan dapat meningkatan kadar pestisida dalam tubuh kita, lho. Maka, jika tangan menyentuh bahan kimia berbahaya, cuci dengan hati-hati dengan sabun dan air. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

  1. Pembersih tangan dengan kadar alkohol minimal 60% lebih efektif

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa pembersih tangan atau hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol antara 60-95% lebih efektif dalam membunuh kuman dibandingkan pembersih tangan yang hanya memiliki konsentrasi alkohol lebih rendah atau pembersih tangan berbasis non-alkohol. Pembersih tangan tanpa alkohol dengan kandungan 60-95%, kurang efektif dalam membasmi banyak jenis kuman. Selain itu, hanya dapat mengurangi pertumbuhan kuman, bukan membunuh secara langsung dan menyeluruh. Saat kamu menggunakan pembersih tangan, oleskan produk ke telapak tangan dengan jumlah yang benar, lalu gosokkan ke seluruh permukaan tangan kamu sampai tangan kering.

  1. Gunakan Hand Sanitizer dengan tepat

Langkah-langkah untuk menggunakan pembersih tangan didasarkan pada prosedur sederhana yang direkomendasikan oleh CDC atau Centers for Disease Control and Prevention. Masyarakat dihimbau untuk mengoleskan semua permukaan kedua tangan dengan pembersih tangan untuk memberikan efektivitas disinfeksi. Tapi, kamu harus berhati-hati, ya, menelan pembersih tangan atau hand sanitizer berbasis alkohol dapat menyebabkan keracunan alkohol, lho. Maka jauhkan dari jangkauan anak-anak.

  1. Pembersih berbasis etanol yang dapat menyebabkan keracunan

Pembersih tangan berbasis etil alkohol (etanol) aman bila digunakan sesuai petunjuk penggunaan, tetapi jika menelannya dapat menyebabkan keracunan alkohol.

  1. Pengawasan terhadap anak dalam penggunaan Hand Sanitizer

Sejak 2011-2015, Poison Control Centers atau pusat kendali racun di AS menerima hampir 85.000 panggilan tentang paparan pembersih tangan yang terjadi pada anak-anak. Anak-anak memiliki kemungkinan besar untuk menelan pembersih tangan yang wangi, berwarna cerah, atau dikemas secara menarik. Maka dari itu, pembersih tangan harus disimpan jauh dari jangkauan anak-anak dan harus digunakan dengan pengawasan orang dewasa.

 

Source : WHO

© 2020 Handy Clean. All Rights Reserved