ARTICLES

#HealthyAtHome, Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

oleh Admin

Seiring berbagai negara telah melakukan pencegahan COVID-19 dengan cara mengurangi mobilitas sosial, hal ini juga berdampak semakin besar pula pada kebiasaan sehari-hari kita.

Beberapa kondisi tidak terelakkan yang terjadi antara lain WFH (working from home), pemberhentian kerja, anak belajar di rumah, hingga berkurangnya kontak fisik dengan teman dan keluarga. Semua itu tentu memerlukan waktu untuk beradaptasi. Demi terbiasa dengan perubahan gaya hidup, mengendalikan ketakutan kontak dengan virus, sekaligus kekhawatiran terhadap orang terdekat yang rentan terpapar bisa menjadi tantangan tersendiri. Bahkan akan terasa sangat sulit bagi orang dengan kondisi mental tertentu.

Untungnya, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri serta membantu orang lain yang membutuhkan dukungan. Simak tips berikut ini.

  1. Tetap terinformasi

Dengarkan himbauan dan rekomendasi dari pihak berwenang. Ikuti pula saluran lokal maupun nasional terpercaya, dan baca informasi terkini melalui situs milik WHO.

  1. Miliki rutinitas sehat

Sebisa mungkin jalani rutinitas di rumah seperti biasa, atau bentuk sesuatu yang baru daripada biasanya. Semisal bangun dan pergi tidur di jam yang sama setiap hari, menjaga kebersihan diri, konsumsi makanan sehat di jam yang sama, olahraga rutin, atur waktu bekerja dan istirahat, hingga menyisihkan waktu untuk relaksasi.

  1. Kurangi paparan berita berlebihan

Memantau berita itu memang penting, tapi jangan sampai berlebihan juga ya. Cobalah kurangi durasi menonton, membaca, atau mendengarkan berita yang bisa membuat kita cemas. Cari informasi terkini di waktu tertentu saja, misalnya satu atau dua kali sehari.

  1. Kontak sosial tetap penting

Bila memang mobilitas kita sudah dibatasi, tak ada salahnya untuk tetap menghubungi orang terdekat dengan cara menelepon atau saluran online lainnya.

  1. Hindari alkohol dan obat-obatan

Batasi dan hindari konsumsi alkohol, janganlah memulai kebiasaan ini kalau memang tidak pernah mengonsumsinya. Hindari juga konsumsi obat-obatan sebagai cara untuk mengurangi ketakutan, kecemasan, maupun kebosanan. Tidak ada bukti pasti mengenai dampak alkohol untuk infeksi. Nyatanya, alkohol justru bisa meningkatkan risiko infeksi dan efek samping yang buruk lainnya.

  1. Batasi waktu di depan layar

Selalu perkirakan waktu yang kita gunakan di depan layar gawai setiap hari. Jangan lupa untuk beristirahat secara berkala.

  1. Mengatur waktu bermain

Video games memang seru untuk dimainkan, apalagi bersama keluarga. Tapi jangan lupa untuk mengimbangi waktu dengan aktivitas lain dalam rutinitas sehari-hari.

  1. Manfaatkan sosial media

Gunakanlah akun sosial media kita untuk menyebarkan hal-hal baik dan cerita yang menginspirasi. Jangan ragu pula untuk mengoreksi hoax kapanpun kamu menemukannya.

  1. Bantu sesama

Bila memungkinkan, berikan bantuan untuk orang sekitar yang membutuhkan. Entah itu berbagi makanan atau kebutuhan kesehatan lainnya.

  1. Beri dukungan untuk sektor kesehatan

Ambil kesempatan untuk membantu orang-orang khususnya di sektor kesehatan, seperti dokter maupun perawat. Entah itu berupa donasi maupun hal baik lainnya.

Singkirkan diskriminasi

Rasa takut merupakan respon wajar di situasi penuh kebimbangan saat ini, tapi terkadang ketakutan tersebut diekspresikan dalam bentuk yang bisa menyakiti orang lain. Maka ingatlah:

  • Selalu berbuat baik. Hindari diskriminasi terhadap orang, siapapun itu, hanya karena ketakutan kita terhadap penyebaran COVID-19.
  • Janganlah mendiskriminasi orang yang kita anggap mungkin mengidap virus Corona.
  • Janganlah mendiskriminasi pekerja sektor kesehatan. Mereka justru pantas mendapatkan rasa hormat dan terima kasih kita.

COVID-19 berdampak pada orang dari berbagai negara. Janganlah menghubungkannya pada ras/grup tertentu.

© 2020 Handy Clean. All Rights Reserved