ARTICLES

Kupas Tuntas Mitos dan Pertanyaan Seputar Virus Corona

oleh Admin

  1. Jaringan seluler 5G TIDAK menularkan COVID-19

Virus tidak dapat berpindah melalui gelombang radio/jaringan seluler. COVID-19 menyebar di berbagai negara yang tidak punya jaringan 5G, jadi tidak ada hubungannya. Adapun COVID-19 menyebar melalui droplets (cairan pernapasan) dari orang yang terinfeksi apabila ia batuk, bersin, atau berbicara. Seseorang juga dapat terinfeksi karena menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, mulut, atau hidung tanpa cuci tangan terlebih dulu.

  1. Berjemur langsung di bawah matahari atau temperatur lebih dari 25 derajat Celcius TIDAK mencegah COVID-19

Kita bisa tertular COVID-19, entah seterik atau sepanas apapun cuacanya. Berbagai negara dengan iklim panas melaporkan banyak kasus COVID-19. Untuk melindungi diri, pastikan untuk cuci tangan secara teratur pakai air dan sabun serta hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung.

  1. COVID-19 bisa sembuh. Tertular virus Corona BUKAN BERARTI akan membawa virus tersebut selamanya.

Sebagian besar orang yang terinfeksi COVID-19 bisa sembuh dan virus tersebut lenyap dari tubuh. Apabila kita terinfeksi, pastikan kita mengobati gejalanya. Ketika mengalami batuk, demam, dan gangguan pernapasan, segera menghubungi bantuan medis dengan cara menelepon terlebih dulu. Pasien-pasien yang sembuh adalah pasien yang secara aktif mengikuti himbauan.

  1. Mampu menahan napas selama 10 detik atau lebih tanpa efek batuk atau rasa tidak nyaman BUKAN BERARTI terbebas dari COVID-19 maupun gangguan pernapasan lainnya

Gejala umum COVID-19 adalah batuk kering, demam, dan kelelahan. Pada beberapa orang, bisa berkembang menjadi gejala lebih parah, seperti pneumonia. Cara terbaik untuk mengonfirmasi tubuh terinfeksi virus Corona adalah dengan tes laboratorium. Kita tidak bisa semata memeriksanya dengan teknik tahan napas tersebut, yang justru bisa berbahaya.

  1. Konsumsi alkohol TIDAK mencegah COVID-19 dan berisiko bahaya bagi kesehatan

Tidak ada bukti ilmiah bahwa alkohol membasmi virus Corona. Konsumsi alkohol terus menerus atau secara berlebihan justru bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.

  1. COVID-19 bisa ditularkan di wilayah dengan iklim panas dan lembap

Dari bukti yang ada hingga saat ini, virus Corona bisa ditularkan di SELURUH WILAYAH, termasuk wilayah beriklim panas dan lembap. Bagaimanapun iklimnya, lebih baik lakukan pencegahan awal bila tinggal atau bepergian ke wilayah dengan kasus COVID-19. Cara terbaik melindungi diri adalah dengan cuci tangan secara teratur. Dengan cara ini kita bisa membasmi virus yang ada di tangan dan mencegah infeksi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung.

  1. Cuaca dingin dan salju TIDAK membunuh virus Corona

Tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa suhu dingin bisa membunuh virus Corona. Suhu tubuh manusia normal rata-rata adalah 36.5°C hingga 37°C, terlepas temperatur atau cuaca di luar. Cara terbaik melindungi diri adalah dengan cuci tangan secara teratur atau menggunakan hand sanitizer bila tidak ada air dan sabun.

  1. Mandi air panas TIDAK mencegah COVID-19

Mandi air panas tidak mencegah kita terkena COVID-19. Suhu tubuh normal akan tetap berada di 36.5°C hingga 37°C, terlepas temperatur air mandi kita. Bahkan sebenarnya, mandi air terlalu panas bisa membakar lapisan kulit. Cara terbaik melindungi diri adalah dengan cuci tangan secara teratur karena bisa membunuh virus yang menempel di tangan dan mencegah infeksi apabila tangan menyentuh mata, mulut, dan hidung.

  1. COVID-19 TIDAK ditularkan melalui gigitan nyamuk

Tidak ada informasi jelas dan bukti ilmiah yang menyatakan bahwa virus Corona dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Virus Corona merupakan virus yang menyebar terutama melalui droplets orang terinfeksi saat batuk atau bersin, atau melalui cairan air liur dan lendir dari hidung. Cara terbaik melindungi diri adalah dengan cuci tangan secara teratur dan hindari kontak langsung dengan orang yang sedang batuk dan bersin.

  1. Apakah hand dryers efektif membunuh virus penyebab COVID-19?

Tidak. Hand dryers tidak efektif membunuh virus Corona. Untuk melindungi diri dari virus yang satu ini, kita harus mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun. Setelah tangan dibersihkan, lebih baik keringkan dengan tisu atau pengering udara.

  1. Bisakah lampu ultraviolet membunuh virus penyebab COVID-19?

Lampu ultraviolet tidak seharusnya digunakan untuk mensterilisasi tangan atau permukaan kulit lainnya, sebab radiasi sinar UV justru dapat membuat iritasi kulit.

  1. Seberapa efektif pemindai termal mendeteksi orang terinfeksi virus Corona?

Pemindai termal efektif dalam mendeteksi orang yang tengah mengalami demam (suhu tubuhnya lebih tinggi dari suhu tubuh normal) karena infeksi akibat virus Corona. Akan tetapi, alat ini tidak bisa mendeteksi orang terinfeksi yang belum mengalami gejala demam. Pasalnya, butuh waktu sekitar 2-10 hari bagi orang yang terinfeksi menunjukkan gejala secara jelas.

  1. Bisakah menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh membunuh virus Corona?

Tidak. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak dapat membunuh virus yang sudah memasuki tubuh. Menyemprotkan bahan-bahan ini justru bisa berbahaya bagi bahan pakaian atau membran mukus kita (seperti mata dan mulut). Hati-hatilah dalam penggunaan bahan alkohol dan klorin, baca petunjuk yang tertera.

  1. Bisakah vaksin pneumonia melindungi diri dari virus Corona?

 Tidak. Vaksin pneumonia seperti vaksin pneumococcal dan vaksin Haemophilus influenza type B (Hib), tidak menyediakan perlindungan dari virus Corona. Jenis virus Corona termasuk baru dan berbeda, sehingga butuh vaksin tersendiri. Para peneliti tengah berupaya mengembangkan vaksin melawan COVID-19, dengan WHO memberikan dukungan penuh atas upaya ini. Meski begitu, vaksin gangguan pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan kita.

  1. Bisakah membilas hidung dengan saline mencegah infeksi akibat virus Corona?

Tidak. Tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan membilas hidung menggunakan saline (larutan garam) dapat mencegah COVID-19. Hanya ada sedikit bukti bahwa orang yang membilas hidung secara teratur menggunakan saline lebih cepat sembuh dari demam biasa. Tetapi, cara ini tidak untuk mencegah infeksi pernapasan.

  1. Bisakah konsumsi bawang mencegah infeksi akibat virus Corona?

Bawang adalah jenis makanan sehat yang mengandung bahan anti-mikroba. Akan tetapi, tidak ada bukti ilmiah bahwa mengonsumsi bawang bisa mencegah infeksi akibat virus Corona.

  1. Apakah virus Corona hanya menyerang orang lanjut usia? Bagaimana dengan orang usia produktif dan usia lebih muda?

COVID-19 dapat menginfeksi orang di segala rentang usia. Orang usia lanjut dan memiliki kondisi kesehatan tertentu (asma, diabetes, atau masalah jantung) memiliki risiko lebih tinggi dengan gejala lebih kronis. WHO menyarankan semua orang untuk mengambil langkah pencegahan terserang virus, seperti menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan tangan dan pernapasan.

  1. Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati infeksi virus Corona?

Tidak. Antibiotik hanya bekerja melawan bakteri, bukan virus. Penyebab COVID-19 berupa virus, maka dari itu tidak seharusnya menggunakan antibiotik sebagai pencegahan atau obat. Akan tetapi, bila seseorang dirawat karena COVID-19, bisa saja diberikan antibiotik karena adanya kemungkinan infeksi sampingan akibat bakteri.

  1. Apakah ada obat tertentu untuk mencegah atau mengobati infeksi virus Corona?

Hingga saat ini, belum ada obat-obatan spesifik yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Akan tetapi, bagi orang yang terinfeksi virus harus mendapatkan penanganan tepat untuk meringankan gejala, dan untuk beberapa kasus kritis harus mendapatkan penanganan lebih lanjut. Beberapa langkah perawatan masih diteliti, dan perlu melalui uji coba klinis. WHO membantu dalam mempercepat upaya penelitian dan penanganan dengan perluasan jangkauan serta mitra medis.

 

Souce : https://www.who.int/

© 2020 Handy Clean. All Rights Reserved